Sabtu, 23 Oktober 2010

ledakan saya

21 Mei 2010. satu hari setelah fenomena kontes menggambar Nabi Muhammad Saw di Facebook. Emosi, marah dan kecewa. Mungkin itu hal yang saya perhatikan dari sekian banyak status di beranda facebook saya.

Ajakan memboikot dan sebagainya-pun di galakkan. dan Alhamdulillah efek pemboikotan memang terdengar dengan di hapusnya group pembuat kontes menggambar Nabi tersebut lalu di tambah dengan kerugian facebook sebesar 2 Milliar dollar.

Menang! itu mungkin yang terkesan...yup tepat ada hasilnya dan itu sangat efektif dilihat dari sisi penghapusan dan kerugian facebook. Tapi apakah akan berhenti sampai disitu? ternyata tidak..group menggambar Nabi Saw hadir kembali dengan group yang baru.

Dalam hal ini saya justru mencoba memanuver perlawanan dengan cara yang berbeda. Dan beberapa hal yang saya pelajari di sini adalah Kontrol Psikologi, Dimana memang setiap pengguna facebook dari yang berkenyakinan muslim memang sengaja di buat berang, marah, bereaksi hingga meladeni bahkan mencaci maki.Disinilah letak dominasi cara berpikir yang coba mereka lakukan.

Padahal jika kita berpikir lebih dalam lagi, apa iya berpengaruh lusinan gambar Nabi Muhammad Saw dengan kehancuran Islam itu sendiri?

Juga apa iya dengan mencaci maki si pembuat karikatur tersebut di facebook juga akan menyelesaikan masalah?

Bahkan dalam kondisi dimana facebook telah menghapus group tersebut-pun mereka tetap membuat group yang baru lagi dan mungki lagi, lagi dan lagi.

Membela Nabi Saw atau Justru kita yang terjebak dalam penghinaan itu sendiri?

"orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan emosi ketika marah” begitu kutipan hadits yang saya tahu.

Inilah jebakan psikologi yang harusnya bisa ditelaah lebih dalam lagi. Permasalahan dunia maya adalah masalah muslihat, dimana semua hanya bermuara pada kacamata ketikan dan tidak real. Ketika anda marah dan meladeni sebenarnya ada esensi lain yang tidak kita sadari :

1. Jika kita marah kepada si penggambar wajah Nabi Muhammad Saw, sebenarnya secara tidak sadar kita telah mengakui, sekali lagi MENGAKUI bahwa semua gambar yang di gambar oleh para karikaturis di group kontes menggambar Nabi Saw itu adalah gambar Nabi Saw itu sendiri. Jadi secara tidak sadar kita sudah meng-iyakan kontes penggambaran wajah nabi saw itu bahwasanya setiap gambar lelaki bersorban dan bergamis di group tersebut adalah gambar Nabi Saw.

2. Kenapa kita harus marah ketika orang menghina kita "Anjing Lu!" padahal kita bukan Anjing? Ketersinggungan kita sebenarnya telah membuat kita secara tidak sadar mengakui bahwa kita memang Anjing. setidaknya itu pendapat saya. Jangan pernah meladeni sikap bodoh dengan perilaku bodoh. Karena sebenarnya membangun reaksi emosional di kalangan kaum muslimin yang doyan eksis di dunia maya, secara khusus facebook adalah tujuan mereka yang sengaja mengada ngada dengan gambar yang mereka klaim wajah Nabi Muhammad Saw padahal mereka sendiri tidak tahu bagaimana gambar sebenarnya dari wajah Rasulullah Saw sendiri.

3. Ketika kita marah sebenarnya emosi dan mind control kita ada di dalam kontrol mereka. Artinya, marahnya kita adalah bahan tertawaan mereka, apalagi jika kita sudah meladeni mereka dengan gaya yang tidak berbeda seperti menggambar wajah Yesus Kristus, Budha, Dewanya orang hindu dan sebagainya dengan olok olok juga, padahal belum tentu juga itu semua kerjaan teman teman yang berkenyakinan di luar Islam. Dan secara tidak langsung, ini telah membuat kita tidak kalah hinanya dengan mereka.

apa yang mereka coba hinakan terhadap Islam sebenarnya telah menjelaskan kemenangan Islam itu sendiri. Hadirnya group group penghina Islam membuktikan satu bukti nyata bahwa perkembangan Islam itu nyata dan tidak main main! Dan karena itulah mereka gelisah dan takut lalu melampiaskannya dengan gambar gambar tidak bermutu yang mereka anggap itu gambar Rasulullah Saw padahal tidak sama sekali!

Jadi intinya, sebenarnya otak utama dari group group karikatur orang bewokan dengan beraneka ragam jenis gambar (yang mereka klaim sebagai Rasulullah Saw) hanya kerjaan orang - orang pengecut, kerdil, kurang kerjaan yang jika meladeni mereka terlalu serius secara tidak langsung telah membuat kita ikut menjadi kerdil bahkan telah membantu mereka kepada mungkin orang - orang yang tidak mengetahui sama sekali siapa mereka, dan nyatanya mereka terkenal karena promosi gratis dari diri kita sendiri.

Justru emosi kitalah yang menghinakan Islam itu sendiri, karena kita hanya merasa membela dengan semangat dan emosi kita, namun kita tidak paham ilmu dan pengelolaannya. Karena jika tujuan kita memboikot facebook hanya untuk membuat facebook menghapus group group penghina Islam. Percayalah mereka akan membuat group baru lagi setiap kali facebook menghapus group menghina islam mereka.

Mari Belajar Mengelola Konflik Menjadi Keuntungan Bagi Islam
Saya coba menyimak ini dari sudut pandang saya pribadi dan The Roots Of Madinah, dan saya coba rangkum dalam beberapa point dan inilah bentuk perlawanan real yang seharusnya di kerahkan oleh kita.

Hindarilah perdebatan di dunia maya
Ingat anda sedang bermain di sebuah facebook (dunia maya). Dan dunia maya bukanlah ukuran eksistensi Islam sebenarnya. Ketika musim pemilu tiba, banyak yang menghujat partai partai Islam yang ujung-ujungnya menimbulkan perdebatan halal atau tidaknya demokrasi dalam kacamata islam.

pihak A mengatakan haram dan pihak B yang merupakan kader partai islam tertentu mati - matian akan membela demokrasi sebagai jalan perjuangannya. perdebatan ini menimbulkan commen hingga 100 commen lebih bahkan tembus 200 commen perdebatan.

Menurut anda siapakah yang di untungkan dalam hal ini, Apakah pihak A? atau Pihak B? atau ISLAM itu sendiri? kenyataanya tidak. sebuah efek dari perdebatan syariat di dunia maya hanya sarana memberikan data dan informasi gratis ke pihak pihak kontra islam terutama menyangkut psikologi umat islam itu sendiri.

Percayalah begitu mudah membaca karakter asli anda hanya dari status status facebook anda? dan itulah tujuan Illuminati menciptakan facebook melalui seorang Mark Zuckerberg cs. yaitu menganalisa psikologi anda!

mari kita jawab penghinaan mereka terhadap islam dengan hasil kerja nyata di dunia nyata..Sungguh tidak ada yang dapat menandingi Allah STW.

-Thufail Al Ghifari-

0 komentar:

cha-tmeo-nym!

Labels

kemajemukan tidak. Diberdayakan oleh Blogger.