Minggu, 22 Mei 2011

hero and villain

cute boy VS weak foot

Senin, 02 Mei 2011

fun!!!!!



click kotak demi kotak demi kotak demi kotak
Senin, 08 November 2010

best shooting game ever


I
miss this game.


:D


LOL


Sabtu, 06 November 2010

Defiler - Pangaea


Artist - Defiler
Album - Pangaea
Year - 2010
Genre - Deathcore
Web - http://www.myspace.com/handslikeadisco
Country - USA

Tracklist:
1.Intro
2.Pangaea
3.No, It's A Cardigan, But Thanks For Noticing
4.Hands Like A Disco
5.Ahzrukhal
6.Glowing One
7.Obscurans
8.Cryomancer
9.A Bribe For The Ferryman
10.Noctivigant
11.Outro


Download

ABACABB - Survivalist



Artist - ABACABB
Album - Survivalist
Year - 2009
Genre - Deathcore / Hardcore
Web - http://www.myspace.com/abacabb
Country - Washignton, DC, Usa

Tracklist:
1. Introduction
2. Infection
3. Addiction
4. Regression
5. Survivalist
6. Destruction
7. Articulation
8. Devastation
9. Rejection
10. Isolation


Download

ATHEIST - Jupiter



Artist - Atheist
Album - Jupiter
Year - 2010
Genre - Technical Progressive Metal / Death Metal / Thrash Metal

Tracklist:
1. Second to Sun
2. Fictitious Glide
3. Fraudulent Cloth
4. Live and Live Again
5. Faux King Christ
6. Tortoise the Titan
7. When the Beast
8. Third Person


Jumat, 29 Oktober 2010

The Killers - Live in Royal Albert Hall




Live from the Royal Albert Hall is a live album and DVD by American rock band The Killers. It was released on November 10, 2009 in the UK, Canada and the US. The album is pulled from two nights the band performed at the Royal Albert Hall in July 2009, and also includes footage from festival dates the band headlined during the middle months of 2009. A CD of live material accompanies the DVD as part of the package.

The artwork resembles the artwork for the band's third studio album, Day & Age, and was designed by artist Paul Normansell.

Brandon Flowers said the decision to film the band's first live DVD at the Royal Albert Hall was because "London’s always been very good to us. They opened their arms to us before anybody else did. And Royal Albert Hall is a very iconic and special place. I grew up watching Morrissey videos that he had filmed there. So it was really exciting to be a part of it."



Download part 1




Download part 2


Kamis, 28 Oktober 2010

pita, garuda, dan doa

Ketika banyak orang serentak berbicara mengenai persatuan, doa, dan solidaritas, seolah terkesan kita telah menjadi negara kesatuan yang sesungguhnya. Satu bersatu padu untuk memberi kesan peduli akan keadaan. Satu bersama serentak mengganti profil dengan gambar pita berlogo garuda dan bertuliskan “pray for Indonesia” atau dengan yang lebih keren “Indonesia unite” menggunakan bahasa Inggris tentunya agar lebih terkesan modern.

Apakah mereka benar-benar bersimpati? Apakah hanya trend agar terlihat eksis dan terlihat peka akan keadaan? Hahaha, saya cemburu kepada mereka. Andai saya seperti mereka tentu akan mendapat perhatian khusus dari teman-teman dan saya akan makin populer.

“owh hei, pp km bagus”

“notification: 23 friends like your status”

“notification: 66 friends comment on your photo”

RT

#

@

Dan benar saya cemburu dengan mereka. Andai saya bisa seperti mereka, saya akan menjadi manusia anti sosial yang sangat cinta dengan computer/laptop sampai tak mampu jauh darinya.

Dengan menuliskan dan mengganti foto profil, terlihat mereka adalah orang-orang tidak bersalah yang bersimpati dan peduli akan orang yang terkena musibah. Tak terlintas di benak mereka sedikitpun bahwa musibah tersebut adalah hasil karya mereka juga. Tak terbesit di pikiran bahwa mereka adalah aktor pendukung utama adanya musibah tersebut. Aktor yang tak disadari telah memupuk kesuburan bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi tanpa disadari ketika sudah mencapai titik puncak.

Sudah jelas disebutkan dimana saja bahwasanya semua perbuatan pasti ada balasannya. Hanya tinggal menunggu waktu kapan balasan tersebut datang. Dalam kasus ini, kita telah lalai akan apa yang alam beri untuk umat manusia. Kita terlalu serakah mengambil apa yang telah ia sediakan. Kita tidak terlalu pintar untuk memanfaatkan apa yang telah Yang Maha Kuasa beri. Memang itu sifat dasar manusia yang tak bisa dirubah. Selalu menginginkan lebih dan lebih untuk kepentingan pribadi.

Dan hasilnya benar, runtutan bencana terjadi seiring dengan acara seremonial sejarah yang pada saat itu disebut Sumpah pemuda. Ya pemuda saat itu, bukan pemuda pada saat ini.

Penulisan “what’s on your mind” juga hanya di jari saja. Tak ada tindakan jelas dan tegas dari diri mereka untuk berubah. Jadilah yang benar-benar dalam what’s on your mind saja. Anggap saja itu adalah peristiwa rutin tahunan sebagai objek pengisi buku agenda kesalahan manusia.

Dalam hal ini saya tidak bermaksud membanggakan diri bahwasanya saya adalah seorang pembenar. Saya hanya manusia biasa yang tak luput dari salah. Hanya bercermin dari sekitar yang tak lain saya sendiri adalah bagian dari cermin dan refleksi cermin tersebut.

mengetahui sebuah kesalahan adalah sebuah usaha untuk berubah menjadi lebih baik


Minggu, 24 Oktober 2010

Insiden Penusukan HKBP Pondok Timur Indah Bekasi

Biang keladi insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP Pondok Timur Indah Bekasi adalah provokasi jemaat HKBP sendiri. Demikian pernyataan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI), Munarman SH dalam pertemuan bertema “Dialog Terbuka Mencari Solusi HKBP” di Hotel Marcopolo Menteng Jakarta Pusat (Kamis, 16/9/2010).

Selain itu, Munarman juga mengklarifikasi berbagai berita media massa dengan mengungkapkan 7 fakta di balik insiden 12 September itu. Inilah klarifikasi atas insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP Pondok Indah Bekasi:

1. Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan ketinggian sikap toleransi dan kebesaran jiwa terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan membiarkan jemaat HKBP melakukan kebaktian setiap Minggu di rumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya, Ciketing, Bekasi Jawa Barat.

Dalam kurun waktu dua puluh tahun tersebut, umat Islam Bekasi tidak pernah keberatan, apalagi usil dan mengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut. Selama dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya Jemaat HKBP yang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi, ke tempat tersebut.

…Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum…

Namun, setelah dua puluh tahun, seiring dengan makin banyaknya Jemaat HKBP yang datang ke tempat tersebut dari berbagai daerah, maka Jemaat HKBP mulai tidak terkendali. Bahkan Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. Puncaknya, HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai gereja liar.

Setelah dua puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumahan Pondok Timur Indah Bekasi, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekad memanipulasi perizinan warga sekitar untuk gereja liar mereka.

Sekali pun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan taat undang-undang. Gereja liar HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya gereja liar tersebut disegel oleh Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan gereja liarnya, bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal pun ditolak.

…Warga mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekad memanipulasi perizinan warga sekitar untuk gereja liar mereka…

2. HKBP menebar fitnah bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan mengganggu rumah ibadah mereka. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap Minggu keliling melakukan konvoi ritual liar dengan berjalan kaki, dari gereja liar yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang hidung warga muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim di sana.

Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing pada Minggu 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan pistol dan menembakkannya.

…HKBP menebar fitnah bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan mengganggu rumah ibadah mereka. Dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan pistol dan menembakkannya …

3. Di saat umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fitri, pada Minggu 12 September 2010 M, Pendeta dan ratusan Jemaat HKBP kembali melakukan provokasi dengan menggelar konvoi ritual liar sebagaimana yang dulu sering mereka lakukan. Sehingga, terjadilah insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 aktivis Islam warga Bekasi yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa tersebut didramatisir oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan pendeta.

Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga terjadi penyesatan opini. akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi korban media, termasuk Presiden sekali pun.

4. Peristiwa Minggu 12 Septembar 2010 M, bukan perencanaan tapi insiden, bukan penghadangan tapi perkelahian, bukan penusukan tapi tertusuk, karena 9 warga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah pemuda Muslim yang sedang lewat berpapasan dengan konvoi ritual liar yang dilakukan 200 HKBP bersama beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling terluka.

Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di rumah sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden, Menteri dan DPR RI, namun siapa peduli dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit? Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.

…Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di rumah sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden, Menteri dan DPR, namun siapa peduli dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit? Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP…

Karena itu, mari gunakan logika sehat: Jika peristiwa tersebut perencanaan, mana mungkin 9 pemuda Muslim melakukannya secara terang-terangan dengan busana muslim dan identitas terbuka! Jika peristiwa tersebut penghadangan, mana mungkin 9 orang menghadang 200 orang, apa tidak sebaliknya?! Jika peristiwa tersebut penusukan, mana mungkin 9 pemuda Muslim lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yang tertusuk juga !

5. Soal penonaktifan Ketua FPI Bekasi Raya oleh DPP-FPI bukan karena melakukan kesalahan, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat berat tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang ketua yang sedang menghadapi ujian berat dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan tersebut sudah tepat.

6. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak kepolisian, sudah dengan gagah langsung menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan sikap pengecut Pemred Playboy Erwin Arnada yang melarikan diri dari vonis dua tahun penjara yang sudah ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 Juli 2009.

…Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak kepolisian, sudah dengan gagah langsung menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau tidak ada di lokasi kejadian…

7. Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari Pusat hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah pejuang bukan pecundang. Beliau tidak ada di lokasi kejadian saat peristiwa. Beliau hanya kirim SMS ajakan kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari sebelum peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang Para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga muslim dengan konvoi ritual liar, tak satu pun yang diperiksa.

Senada itu, Sekretaris Presidium Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB), H Shalih Mangara Sitompul menjelaskan bahwa insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP Bekasi itu murni dipicu oleh sikap angkuh gereja HKBP yang membangkang terhadap peraturan pemerintah yang telah disepakati oleh semua instisusi agama di Indonesia.

“Akar masalah yang terjadi di Ciketing adalah ketidakpatuhan pihak HKBP terhadap aturan pemerintah yang telah ditetapkan,” tegas Shalih yang juga Kuasa Hukum 10 tersangka penusukan jemaat HKBP.

Sayangnya, acara yang dimaksudkan dapat mencari solusi atas insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP itu tak dihadiri oleh pihak HKBP Bekasi. Hanya ada dua kubu yang hadir dalam pertemuan tersebut, yaitu pihak umat Islam Ciketing diwakili oleh Sekretaris Presidium Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB), H Shalih Mangara Sitompul, sementara pihak FPI – yang dituduh ikut bertanggung jawab atas peristiwa 12 September– diwakili oleh Munarman SH.

Padahal, menurut Koordinator Nasional Gerakan Peduli Pluralisme, Demian Dematra, acara tersebut sebenarnya diprakarsai oleh HKBP sendiri untuk berdialog dengan umat Islam. Namun sampai acara berakhir, perwakilan dari HKBP tak ada yang hadir tanpa alasan yang jelas.

“Sangat disayangkan mereka tidak ada yang hadir, padahal kita sudah merencanakan membuat rekomendasi untuk masalah ini,” kata Demian yang juga menjadi host pada acara tersebut.

…Sayangnya, acara yang dimaksudkan dapat mencari solusi atas insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP itu tak dihadiri oleh pihak HKBP. Padahal acara tersebut sebenarnya diprakarsai oleh HKBP sendiri …

Ketidakhadiran HKBP tidak diketahui dengan jelas alasannya, padahal menurut Demian, dia sudah berkali-kali mengkonfirmasi pihak HKBP untuk menyempatkan waktu pada acara yang mereka usulkan sendiri tersebut.

“Saya sudah berulang kali mengkonfirmasi mereka, tapi saya tidak tahu alasan mereka apa, mengapa tidak bisa hadir? Padahal acara ini usulan dari mereka untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkap pria berambut gondrong tersebut.


sumber : VOA-islam

cha-tmeo-nym!

Labels

kemajemukan tidak. Diberdayakan oleh Blogger.